Perkembangan Teori Atom
Perkembangan
Teori Atom
1. Teori Atom
Dalton
John Dalton menyatakan
bahwa :
a) Materi
tersusun dari partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi,yang
disebut atom.
b) Atom yang
menyusun suatu unsur adalah identik, baik massa maupun sifatnya. Atom dari
unsur yang berbeda mempunyai massa dan sifat yang juga berbeda.
c) Senyawa
tersusun atas dua unsure atau lebih dengan perberbandingan tetap dan tertentu.
d) Atom tidak
dapat diciptakan atau dimusnahkan. Reaksi kimia merupakan penataan ulang dari
atom-atom.
Kelemahan teori atom Dalton
Pada perkembangan selanjutnya ditemukan berbagai fakta yang tidak dapat dijelaskan oleh teori tersebut, antara lain :
a. Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi.
b. Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan.
c. Model atom Dalton tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain.
Pada perkembangan selanjutnya ditemukan berbagai fakta yang tidak dapat dijelaskan oleh teori tersebut, antara lain :
a. Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi.
b. Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan.
c. Model atom Dalton tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain.
Kelebihan teori atom Dalton.
a. Dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
b. Dapat menerangkan Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
a. Dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
b. Dapat menerangkan Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
2. Teori Atom
Thomson
Dalam perkembanganya, Atom ternyata
masih dapat dibagi lagi menjadi partikel subatomic. Salah satunya adalah
electron. Penemuan electron diawali dengan ditemukannya tabung sinar katode dan
penelian-penelitian tentang sinar katode yang dilakukan oleh para ahli,di
anataranya William Crookes sehingga
sinar katode dapat diketahui. Sinar katode mempunyai sifat yang dapat merambat
lurus dati kutub negatif (katode) ke kutub positif (anode) serta dapat dibelokkan
oleh medan magnet dan medan listrik.
J. J. Thomson melanjutkan penelitian dari para ahli dan menyimpan bahwa sinar
katode adalah partikel subatomic yang bermuatan negatif yang selanjutnya
disebut sebagai elektron. Atom bersifat netral leh karena itu,muata elektron
negative harus dinetralkan oleh muatan positif atom. Selanjunya Thomson
mengajukan model atomnya. Menurut Thomson, Atom berbentuk bola bejal bermuatan
positif yang dinetralkan oleh muatan negatif elektron .
Kelebihan Teori Model Atom Thomson
1. Dapat
menerangkan adanya partikel yang lebih kecil dari atom yang disebut dengan
subatomik
2. Dapat
menerangkan sifat listrik atom
Kelemahan Teori Model Atom Thomson
1. Tidak dapat
menerangkan fenomena penghaburan partikel alfa oleh selaput tipis emas yang
dikemukakan Rutherford
2. Tidak mampu
menjelaskan mengenai adanya inti atom
3. Teori Atom
Rutherford
Parikel subatomic yang
berikutnya ditemukan adalah proton melalui
percobaan yang dilakukan oleh Eugene
Goldstein . Berdasarkan percobaan ini, ditemukan adanya sinar lain yang
arah geraknya berlawanan dengan sinar katode. Oleh karena berlawanan , sinar
tersebut pasti merupakan partikel yang bermuatan positif.
Selanjutnya ,Ernest Rutherford bersama dengan dua
orang asistennya yaitu Hans Geiger
dan Ernest Marsden melalukan
percobaan sinar alfa pada lempeng emas tipis. Berdasarkan percobaan tersebut ,
disimpulkan sebagai berikut.
a) .
Sebagian besar partikel alfa diteruskan, karena sebagian besar ruang dalam
atom adalah ruang hampa.
b) .
Ada sebagian kecil partikel alfa yang dipantulkan , karena ada sesuatu yang sangat kecil tetapi padat
didalam atom yang disebut inti atom.
c) .
Ada sebagian kecil partikel alfa yang dibelokkan, karena ada muatan inti
atom yang sejenis dengan muatan partikel alfa (muatan positif).Berdasarkan
hasil percobaan tersebut, Rutherford kemudian mengajukan model atomnya . Menurut Rutherford , atom terdiri
atas inti atom bermuatan positif yang dikelilingi oleh electron bermuatan negative.
Penelitian terus berlanjut hingga akhirnya James Chadwick berhasil membuktikan
keberadaan neutron. Dengan penemuan inti, maka struktur atom menjadi semakin
jelas yaitu atom terdiri atas inti atom(proton dan neutron ) yang dikelilingi
oleh electron.
Kelebihan
Model Atom Rutherford
·
Mudah
dipahami untuk menjelaskan struktur atom yang rumit
·
dapat
menjelaskan bentuk lintasan elektron yang mengelilingi inti atom
·
Dapat
menggambarkan gerak elektron disekitar inti
Kekurangan Model Atom Rutherford
·
Model
atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan cara
rotasinya terhadap ini atom.
·
Elektron
memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi tidak stabil.
·
Tidak
dapat menjelaskan spektrum garis pada atom hidrogen (H).
·
Tidak
dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan
teori fisika, gerakan elektron mengelilingi inti ini disertai pemancaran energi
sehingga lama-kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin
lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti.
4. Teori Atom
Bohr
Niels Bohr menyempurnakan model atom
Rutherford. Menurut Bohr , Elektron mengelilingi inti atom pada lintasan
tertentu yang stasioner yang disebut orbit atau kulit. Selain itu, electron dapat
berpindah dari orbit yang satu ke orbit lain dengan memancarkan atau menyerap energy.
Kelebihan
model atom Bohr
Atom terdiri dari beberapa kulit/subkulit
untuk tempat berpindahnya electron dan atom membentuk suatu orbit dimana inti
atom merupakan positif dan disekelilingnya terdapat elektron.
Kelemahan model
atom Bohr
a. Tidak
dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack.
b. Tidak
dapat menerangkan kejadian-kejadian dalam ikatan kimia dengan baik, pengaruh
medan magnet terhadap atom-atom, dan spektrum atom yang berelektron lebih
banyak.
5. Teori Atom
mekanika kuantum

Menurut teori atom mekanika kuantum,posisi electron dalam
atom tidak dapat dipastikan. Dalam teori ini, dikenal istilah orbital, yaitu daerah yang mempunyai
peluang terbesar untuk menemukan elektron dalam atom . Orbital di gambarkan
dengan pola titik-titik.

Kelebihan
1.
Mengetahui dimana keboleh jadian menemukan elektron (orbital)
2.
Mengetahui dimana posisi elektron yang sedang mengorbit
3. Bisa
ngukur perpindahan energi eksitasi dan emisinya
4. Bisa
teridentifikasi kalau di inti terdapat proton dan netron kemudian dikelilingi
oleh elektron yang berputar diporosnya/ di orbitalnya
Kelemahan:
Persamaan
gelombang Schrodinger hanya dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam
kotak dan atom dengan elektron tunggal.
Komentar
Posting Komentar